Pernahkah Anda berhenti sejenak dan berpikir? Di balik sibuknya truk-truk logistik yang menopang ekonomi negara kita, ada satu “residu” masalah yang sering luput dari pandangan mata. Kita semua tahu, setiap kendaraan berat pasti memiliki komponen yang akan habis masa pakainya. Namun, pertanyaannya adalah: ke mana perginya “sepatu” atau ban kendaraan raksasa ini setelah pensiun dari jalanan?
Isu Limbah Ban (End-of-Life Tires) ini bukan sekadar masalah lahan parkir sampah yang penuh, melainkan sebuah krisis ekologis yang serius. Berbeda dengan sampah sisa makanan yang bisa terurai oleh tanah, ban itu “keras kepala”.
Bayangkan ban bekas itu seperti “Baju Zirah Besi”. Saat sedang dipakai berperang (beroperasi di jalan), sifatnya yang kuat, tahan panas, dan anti-hancur adalah fitur penyelamat yang kita puja. Namun, begitu baju zirah itu rusak dan dibuang, sifat “anti-hancur” itu justru berubah menjadi mimpi buruk. Tanah tidak bisa memakannya, air tidak bisa melarutkannya. Ia akan tetap di sana, …